CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 15 Januari 2013

Memperkirakan pH Suatu Larutan dengan beberapa indicato



A. Standar Kompetensi : Memahami sifat – sifat larutan asam basa, metode pengukuran dan penerapannya

B. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan teori – teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan

C. Teori
Untuk mengetahui suatu larutan bersifat asam atau basa dapat dilakukan dengan menggunakan indicator kertas lakmus. Namun, apabila ingin mengetahui berapa pH suatu larutan diperlukan indicator universal atau pH meter. Ada juga cara lain, yaitu dengan menguji larutan terebut dengan beberapa larutan tersebut dengan beberapa indicator yang telah diketahui trayek pH nya seperti pada tabel .trayek pH dan perubahan warna beberapa larutan indicator.

No.
Indikator
Perubahan Warna
Trayek pH
1.
Metil Jingga
Merah – Kuning
2,9 – 4,0
2.
Metil Merah
Merah – Kuning
4,2 – 6,3
3.
Bromtimol Biru
Kuning – Biru
6,0 – 7,6
4.
Fenolftalein
Tak berwarna – Merah
8,3 – 10,0
5.
Lakmus
Merah – biru
5,5 – 8,0

Indikator asam dan basa adalah zat yang dapat memberikan warna yang berbeda pada larutan asam dan basa. Melalui perbedaan warna tersebut akhirnya dapat diperkirakan kisaran pH suatu larutan. Trayek perubahan warna adalah batasan pH dimana terjadi perubahan warna indikator. Salah satu indikator yang umum digunakan dalam pengujian larutan asam dan basa adalah kertas lakmus. Kertas lakmus terdiri dari 2 warna yaitu lakmus biru dan lakmus merah. Jika larutan bersifat asam, maka kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah, sedangkan kertas lakmus merah tidak akan berubah warna (tetap berwarna merah). Jika suatu larutan bersifat basa, maka kertas lakmus biru tidak akan berubah warna (tetap biru) sedangkan kertas lakmus merah akan berubah warna menjadi biru. Namun jika tidak terjadi perubahan warna kertas lakmus (lakmus biru tetap biru dan lakmus merah tetap merah) maka larutan tersebut bersifat netral.

D.Tujuan                  : Memperkirakan pH beberapa larutan dengan menggunakan kertas lakmus dan beberapa  larutan indicator asam basa

Alat dan Bahan :
  1. Tabung Reaksi
  2. Pipet Tetes
  3. Rak Tabung
  4. Larutan A, B, C
  5. Air sumur
  6. Air sungai
  7. Air Cucian Beras
  8. Air Sabun
  9. Air Kelapa
  10. Air Teh
  11. Larutan Indikator Asam Basa : MM, MJ, BTB dan PP
Cara Kerja           :
1.       Larutan yang akan diperiksa dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak ¼ tabung.
2.       Larutan diuji dengan kertas lakmus merah dan biru, catat perubahan warna yang terjadi.
3.       Larutan A dimasukkan ke dalam  empat buah tabung sebanyak ¼ tabung.
4.       Diteteskan larutan indicator ( metil merah pada tabung 1, metil jingga pada tabung 2, bromo timol biru pada tabung 3, dan fenol flatein pada tabung 4 ) dengan menggunakan  pipet tetes.
5.       Diamati perubahan warna yang terjadi.
6.       Hal yang sama ( langkah 3-5 ) dilakukan pada larutan yang lain.

Hasil Pengamatan           :
  1. Pengujian dengan kertas lakmus
No.
Larutan
Perubahan Warna Lakmus
Perkiraan pH
Merah
Biru
1.
A
Biru
Biru
Basa
2.
B
Biru
Biru
Basa
3.
C
Merah
Merah
Asam
4.
Air Sumur
Merah
Merah
Asam
5.
Air Sungai
Merah
Biru
Netral
6.
Air Sabun
Biru
Biru
Basa
7.
Air Teh
Merah
Merah
Asam
8.
Air Cucian Beras
Merah
Merah
Asam
9.
Air Kelapa
Merah
Merah
Asam

2. Pengujian dengan larutan indikator
No.
Larutan
Perubahan Warna
Perkiraan pH
MM
MJ
BTB
PP
1.
A
 Kuning
 Orange
Biru tua 
 Ungu
Basa
2.
B
 Orange
 Orange
 Hijau
 Bening
Basa
3.
C
 Merah muda
 Merah
 Jingga
 Putih
Asam
4.
Air Sumur
 Kuning
 Jingga
 Hijau
 Bening
Asam
5.
Air Sungai
 Merah
 Jingga
 Hijau
 Putih
Netral
6.
Air Sabun
 Merah
 Jingga
 Biru
 Ungu
Basa
7.
Air Teh
 Merah
 Jingga
 Hijau
 Putih
Asam
8.
Air Cucian Beras
 Merah
 Jingga
 Kuning
 Putih
Asam
9.
Air Kelapa
 Merah
 Jingga
 Kuning
 Putih
Asam

H. Pembahasan
1. Sebutkan larutan apa saja yang bersifat asam, basa dan netral!
Jawab :
Asam (Larutan C, Air Sumur, Air Cucian Beras dan Air Kelapa)
Basa (Larutan A dan Air Sabun)
Netral (Larutan B, Air Sungai dan Air Teh)

2. Bagaimanakah nilai pH untuk larutan yang bersifat asam, basa dan netral?
Jawab :
pH asam adalah antara 1 (kuat) – 6 (lemah)
pH basa adalah antara 8 (lemah) – 14 (kuat)
pH netral adalah 7

I. Kesimpulan : Setelah melakukan bermacam-macam percobaan menggunakan kertas lakmus berwarna merah dan biru, serta menggunakan larutan-larutan diatas dan dapat diketahui bahwa larutan C, Air Sumur, Air Cucian Beras dan Air Kelapa memiliki pH dibawah 7 yaitu adalah bersifat asam. Untuk larutan A dan Air Sabun memiliki pH diatas 7 yang berart bersifat basa, sedangkan larutan B, Air Sungai dan Air Teh bersifat netral karena memiliki pH 7.
Tetapi saat dilakukan percobaan menggunakan larutan indicator (MM. MJ, BTB, PP) ada beberapa larutan yang hasilnya berbeda seperti larutan B, Air sungai dan Air Teh yang menunjukkan pH dibawah 7 yaitu 4,0 untuk larutan B dan 6,3 untuk Air Sungai dan juga Air Teh.

Nama Kelompok:
  1. Nurin Shabrina
  2. Reysmia R.F
  3. Salsabilla Intan
  4. Tiana Handayani

  • XI IPA 1

Rabu, 28 November 2012

Praktikum Termokimia


Pembuatan Larutan Kimia


Standar Kompetensi       : Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor – faktor yang  memengaruhinya serta   penerapannya dalam kehidupan
Kompetensi Dasar                   : Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor – faktor yang memengaruhi laju reaksi
Tujuan Pembelajaran     : Menjelaskan pengertian kemolaran, serta cara menyediakan larutan dengan kemolaran tertentu
Teori                                      :
Zat kimia umumnya diperdagangkan dalam bentuk padatan  (Kristal) atau larutan pekat, jarang sekali dalam bentuk pakai. Sementara itu, di percobaan – percobaan laboratorium seringkali menggunakan larutan encer. Oleh karena itu, larutan yang diperlukan harus dibuat dari larutan pekat atau melarutkan zat padat.  Membuat larutan dari padatan murni dilakukan dengan mencampurkan zat terlarut dan pelarut dalam jumlah tertentu. Larutan dibuat dengan konsentrasi tertentu, dan dinyatakan dalam konsentrasi Molaritas (M).
M = n/V      Dimana, M = Molaritas
n = jumlah zat terlarut (mol)
V = Volume Larutan (Liter)
Salah satu keuntungan jika konsentrasi larutan dinyatakan dengan kemolaran, maka menentukan jumlah mol zat terlarut dapat diperoleh dengan mengukur volume larutan.
Ketika bekerja di laboratorium juga diperlukan untuk mengencerkan larutan,yaitu memperkecil konsentrasi larutan dengan jalan menambahkan sejumlah tertentu pelarut. Pengenceran menyebabkan volume dan kemolaran larutan berubah, tetapi jumlah zat terlarut tidaklah berubah. Maka n1 = n2 atau
V1. M1 = V2 M2
Alat dan Bahan   :
1.     Neraca                                                  
2.     Kaca Arloji                                          
3.     Labu Ukur 100 ml dan 50 ml
4.     Pipet Volumetrik 25 ml
5.     Pengaduk
6.     Corong
7.     Bulp
8.     Asam Oksalat C2H2O4
9.     Aquadest
Cara Kerja           :
1.     Timbang ± 0.5 gram asam oksalat ke dalam kaca arloji
2.     Masukkan asam oksalat ke dalam labu ukur 100 ml
3.     Larutkan dengan aquadest, dan tambahkan hingga tanda batas
4.     Kocok larutan sampai homogen
5.     Pipet 25 ml larutan tersebut ke dalam labu ukur 50 ml, tambahkan aquadest hingga tanda batas.
Perhitungan          :
a)     Hitung Molaritas larutan asam oksalat!
M = gr/mr .1000/v
             = 0,5/90 . 1000/100
             = 0,5/90 . 10
            = 0,056 M
b)     Hitunglah konsentrasi asam oksalat setelah diencerkan
          M1.V1   =  M2 . V2
          0,056.25 = M2 . 50
          1,4         = M2 . 50
            M2       = 0,028 M
Kesimpulan          :
Molaritas dari asam oksalat adalah 0,056 M dan konsentrasi asam oklasat setelah diencerkan adalah 0,028 M. Jadi suatu larutan diencerkan Molaritasnya akan berkurang.
Kelompok 6          :
Nurin Shabrina
Reysmia Rizky Febria
Salsabilla Intan Gofika Setiono
Tiana Handayani
Widya Naufalinda
XI Science I

Rabu, 16 Mei 2012

Soal Latihan Remedial Ekonomi

1. Diketahui fungsi konsumsi masyarakat adalah C = 70.000 + 0,25y, jika pendapatan nasional
    sebesar Rp.160.000, maka besarnya tabungan
    masyarakat adalah...
    A. Rp.90.000,00    D. Rp.30.000,00
    B. Rp.50.000,00    E. Rp. 20.000,00
    C. Rp.40.000,00
    
    Pembahasan : B



2. Diketahui fungsi konsumsi masyarakat adalah C= 10.000 + 0,5y, jika pendapatan nasional
   sebesar Rp.200.000,00 maka besarnya tabungan masyarakat adalah...
     A.Rp.90.000,00    D.Rp.30.000,00
     B.Rp.95.000,00    E.Rp.20.000,00
     C.Rp.100.000,00


     Pembahasan : A




3. Diketahui fungsi konsumsi masyarakat adalah C = 30.000 + 0,75y, jika pendapatan nasional
     sebesar Rp.500.000,00 maka besarnya
     tabungan masyarakat adalah...
     A.Rp.90.000,00    D.Rp.150.000,00
     B.Rp.95.000,00    E.Rp.160.000,00
     C.Rp.100.000,00


      Pembahasan :  


4. Diketahui tabungan masyarakat adalah S = 10.000 + 0,25y, jika pendapatan nasional
     sebesar Rp.200.000,00 maka besarnya
    konsumsi masyarakat adalah...
     A.Rp.90.000,00    D.Rp.150.000,00
     B.Rp.95.000,00    E.Rp.160.000,00
     C.Rp.100.000,00


     Pembahasan : E


5.Diketahui fungsi tabungan masyarakat adalah S = 20.000 + 0,40y, jika pendapatan nasional
   sebesar Rp.500.000,00 , maka besarnya konsumsi
   masyarakat adalah...
   A. Rp.300.000,00    D. Rp.360.000,00
   B. Rp.320.000,00    E. Rp.370.000,00
   C. Rp.350.000,00


    Pembahasan : B


26. Hubungan antara tingkat bunga dan investasi bersifat...
     A. Negatif  B. Positif  C. konstan  D. berbanding lurus
     E.  Netral


       Pembahasan : A


27. Tingkat Pendapatan sebesar Rp. 1.000.000,00 pengeluaran
      Konsumsi rumah tangga sebesar Rp.1.300.00,00 . ketika
      Pendapatan meningkat Rp.1.250.000,00 , pengeluaran
      konsumsi rumah tangga juga meningkat  menjadi Rp.1.500.000,00
      berdasarkan informasi tersebut maka rumah tangga akan mencapai
     titik impas pada tingkat pendapatan sebesar...
     A. Rp.625.000              D. Rp. 2.500.000
     B. Rp1.250.000            E. Rp.2.550.000
     C. Rp. 1.400.000


        Pembahasan : D


28.Apabila fungsi konsumsi ditunjukkan oleh C = 100+0.8 Y (dimana y adalah pendapatan), maka fungsi tabungannya adalah...
 A. S = -100+0.2y
 B. S = 100+0.2Y
 C. S = -100+0.8Y
 D. S = 100+0.8Y
 E. S = 100+0.2Y
 
 pembahasan : A


29. Investasi adalah fungsi dari ...
     
     A. Tabungan.
     B. Konsumsi.
     C. Pendapatan .
     D. Jumlah Uang Beredar
     E Tingkat Bunga


pembahasan: E.


30. Jika ΔY = 1000 dan ΔC = 700 maka besar MPS adalah..
         A. 0,7     B. 0,8     C0,5    D. 0,2     E. 0,3


Pembahasan : E.




31. 
Y
50.000
100.000
150.000
200.000
250.000
c
80.000
…..
……..
….
…..
  
Kalau MPC konstan 0.80 maka break even income akan dicapai pada saat pendapatan sebesar....

A. 50.000         D. 200.000
B. 100.000       E. 250.000
C.150.000 
  pembahasan: E


32.Jika Hasrat berkonsumsi marginal(MPC) sama dengan 0.75 maka besarnya hasrat menabung marginal (MPS) adalah...


    a. 1           d. 0.25
    b. 0.80      e. tak dapat ditentukan karena masinya tidak lengkap
    c.0.75


pembahasan : D


33. ketika pendapatan Rp. 5000 besar tabungan. Rp. 1500 , ketika pendapatan Rp. 8.000 besar tabungan Rp. 2700 , dari data ersebut , maka fungsi konsumsi dinyatakan..


   a. C = 300+0,6Y
   b. C = 500+0,6Y
   c. C = 500+0,75Y
   d. C = 600+0,75Y
   e. C = 1.000+0,6Y


pembahasan : B


34. dengan fungsi tabungan S = -500+0,6Y, maka konsumsi otonom sebesar...
     
     a. -500
     b.-750
     c. 500
     d. -600
     e. 600


pembahasan : C




35. Keluarga Setyno pada saat pendapatannya Rp.2.000.000,00 sebulan besarnya konsumsi sebulan sebesar Rp.1.500.000,00 , setelah gajinya naik dua kali lipat konsumsinya menjadi Rp. 2.500.000,00 sebulan. berdasarkan data tersebut maka fungsi konsumi setyono adalah...


   a. C =  50.000+0.5Y
   b.C = 1.000.000+0.5Y
   c.C =1.500.000+0.5Y
   d.C = 2.000.000+0.5Y
   e.C =2.500.000+0.5Y


pembahasan :


36. Keluarga Ibu Tutik mempunyai penghasilan Rp.8.000.000,00 sebulan, dengan pola konsumsi yang dinyatakan dengan fungsi 1.500.00+0.70y . berdasarkan data tersebut tabungan keluarga ibu tutik adalah ...


a. Rp. 900.000,00
b. Rp. 2.400.000,00
c. Rp. 4.100.000,00
d. Rp. 5.600.000,00
e. Rp. 7.100.000,00




37. Besarnya pendapatan = 60 , maka besarnya tabungan adalah ..

       a. -34   b.14   c.24   d.34   e. 46

 pembahasan : B




38. C = 600M+0.7Y , jika pendapatan nasional 30.000 maka besarnya tabungan adalah..
        a. 60.000M
        b. 50.000M
        c. 48.000M
        d. 45.000M
        e. 42.000M
      
        Pembahasan : S = -600+0,7Y
                                 = -600M + 0,3-30.000
                                 = -600M + 90.000
                                 = 8.400
      
39.C = 70.000+0.25y , pendapatan nasional Rp.160.000,00 , maka besarnya tabungan masyarakat...


     a. 90.000
     b. 50.000
     c. 40.000
     d. 30.000
     e. 20.000


pembahasan: B


40. Konsumsi suatu negara C= 30+.08y , bila tabungan sebesar Rp. 20.00 maka konsumsi sebesar..


     a. 290.00
     b. 270.00
     c. 250.00
     d. 230.00
     e. 220.00


pembahasan : D






Essay!


1. Jelaskan Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi!
      pembahasan :
Besar kecilnya pengeluaran untuk konsumsi selain dipengaruhi oleh besar kecilnya penghasilan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : 
a. Penghasilan tertinggi yang pernah dicapai oleh masyarakat pada masa lampau 
b. Banyaknya barang-barang tahan lama dalam masyarakat 
c. Harapan mengenai perubahan harga di masa depan 
d. Pembagian pendapatan nasional 
e. Struktur pajak 
f. Pendapatan yang mungkin diterima dalam masyarakat yang akan datang 
g. Sikap masyarakat terhadap kehematan 
h. Social prestige 
i. Demonstration effect (keinginan untuk meniru) 
j. Kesombongan 
k. Kebanggan 



2. Jelaskan Faktor-Faktor yang mempengaruhi tabngan!
      Pembahasan :





3. Jelaskan Pengertian 
       a. MPS
       b. MPC
       c. MEC 








4. Jika Y = 100, C = 70
    Jika Y = 200, C = 130
    Tentukan persamaan konsumsinya



5. C = 200+0,75Y tentukan berapa pendapatan pada saat break even income dan gambarkan kurvanya!
        
Pembahasan: 

        C = 200+0,75Y
        Y = 200+0,75Y 

        Y - 0,75 Y = 200
        Y - 0,25Y = 200
                  Y = 200/ 0,25 
                  Y = 2000/ 250 = 8



6. Mengapa jika tingakt bunga naik maka Konsumsi turun? berikan alasannya!
           
Pembahasan :









7. Fungsi bunga masyarakat adalah S = -70.000+0,25Y, jika pendapatan nasional sebesar Rp. 200.000,00 maka besarnya konsumsi masyarakat adalah...

Pembahasan:



8. Pada Tingakat Pendapatan Rp. 800.000,00 besarnya konsumsi Rp. 600.000,00 dan pada tingkat pendapatan Rp. 1.200.000,00 besarnya konsumsi Rp. 1.000.000,00 berdasarkan data berikut fungsi konsumsi adalah.....
       
Pembahasan :



9. Pada tingkat pendapatan Rp. 800.000,00 besarnya konsumsi Rp. 700.000,00 dan pada tingkat pendapatan Rp. 1.000.000,00 besarnya konsumsi Rp. 800.0000,00 berdasarkan data tersebut fungsi tabungannya adalah ...
         
Pembahasan: 


10. Jika diketahi fungsi konsumsi C = 100+0,75Y maka fungsi tabungan adalah ..
     
Pembahasan : S = -100+0,25Y

11. Fungsi tabungan S = 1900+0,4Y maka fungsi konsumsi adalah...
       
 Pembahasan : C = 1900+0,6Y

12. Fungsi Konsumsi C = 1200+ 0,80Y , maka pendapatan Break Even Income adalah...
     
   Pembahasan :

13. Fungsi Tabungan S= 2000+0,30Y , maka pendapatan Break Even Income adalah..
     
 Pembahasan :

14. 


















­